Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

SATU (SAUDARA, TEMAN, BUDAYA)

Tahukah kalian bahwa perbedaan yang ada pada diri manusia sebenarnya adalah pelengkap untuk orang disekitarnya ? Bayangkan bila semua manusia memiliki kehidupan yang sama persis, apa rasanya ? Dan semua perbedaan yang mengalungi pribadi seseorang sebenarnya bisa menyempurnakan sesuatu. SATU (SAUDARA, TEMAN, BUDAYA) " nduk * , cepat dandannya ya. Sebentar lagi kita mau berangkat. Acara lamaran mas mu kan mau dimulai. Ibu tunggu dibawah ya" peringatan untukku segera bersiap terucap dari mulut ibuku yang memang sedang bergegas menuju acara lamaran Mas Tomo. Romo dan ibu telah berada di mobil, menungguku dan mas * Tomo. Perkenalkan namaku Gendis Adikirana Putri Agung Widoyodiningrat. Diantara nama yang begitu panjang bagai kereta api, panggil saja aku Gendis. Bisa ditebak kan asalku darimana ? Benar sekali, keturunan keraton yang sehariannya memaksaku untuk berkelakuan anggun layaknya miss universe. Gelar darah biru yang telah melekat erat ternyata bukan jaminan...

Letter From Baby (part 7)

 Dunia itu indah, tapi tak seindah tempat dimana aku berpijak saat ini. Surga, tempat yang dituju semua umat. Aku heran, banyak yang mengharapkan namanya ada dalam daftar penghuni surga. Tapi mengapa mereka tak menjauhi apa yang Tuhan larang ? Malah perintah-Nya kadang dijauhinya. Bukankah perbedaannya jelas ? Peri cantik utusan Tuhan itu tertawa kecil melihatku. Kecantikan yang menyamai para bidadari. Dia seolah seperti malaikat kecil yang memberikanku perlindungan. Perlindungan yang seharusnya diberikan sang Ayah. Peri bersayap itu yang memberiku arti dari sebuah kasih sayang. Yang seharusnya diberikan bunda untukku. Tapi keadaannya berbeda. "Semua itu punya pilihan Baby" "pilihan ? Maksudnya ?" ‎"semua umat berhak untuk memilih mau dibawa kemana kehidupannya. Ada baik atau buruk, tertawa atau menangis, patuh atau berontak, surga atau neraka" ‎"neraka ? Tempat apa itu ? Apa sama dengan disini ?" "itu adalah tempat untuk orang...

Letter From Baby (part 6)

Aku tersenyum lega karena surat untuk bunda telah tersampaikan. Molly yang sukses melaksanakan tugasnya kini disampingku dan menemaniku melihat mimpi bunda sejak tadi. Aku sangat berterimakasih padanya. Tanpa peri bersayap itu mungkin ungkapan hati yang telah kurangkaikan menjadi untaian kata itu tidak akan pernah tersampaikan. Ku uncapkan rasa syukurku pada Sang Pencipta, karena tanpa-Nya usahaku tiada berarti. "sekarang waktunya kita ke mimpi ayahmu Baby. Siap ?" Akupun mengangguk. Aku dan Molly melihat sosok lelaki muda keluar dari sinar putih.  Ia berjalan memasuki sebuah labirin batu kaca kristal. Tempat itu sangat indah dan menakjubkan. Kilauan dari butiran batu kaca itu menyeruak diantara ruang gelap yang mengelilinginya. "tempat apa ini ?" kata Yoga sambil mencari jalannya. Dengan rasa penasaran dia terus berjalan sampai akhirnya dia menemukan jalan keluarnya. Kini dia berada dipadang yang ditumbuhi buah-buahan segar bersama kilauan batu Kristal ya...

Letter From Baby (part 5)

Aku merangkaikan kata demi kata yang ku tuliskan di dua lembar kertas untuk ku berikan pada ayah dan bunda. Aku tak bisa menahan airmata kerinduanku yang sedaritadi terus berjatuhan. Kusisipkan setangkai bunga edelweis perak untuk bunda dan sebutir batu kaca seperti kristal untuk ayah. "sampaikan ini ya Molly" Kuserahkan padanya yang kini bersiap terbang. Kuambil cermin ajaib pemberian sang pencipta dan kulihat Molly berada dialam mimpi bunda yang disinari cahaya terang. Molly meletakan surat itu diatas batu yang dikelilingi bunga dan pergi. Ia tau bunda akan menuju tempat itu. Tuhan mengizinkan aku membawa bunda dan ayah ketempat yang kutuju, hanya saja aku tak bisa bertemu langsung. Tak lama ku lihat bunda berjalan perlahan dipadang yang luas. Dia menyusuri jalan setapak diantara bunga-bunga edelweis perak yang mempesona. Binatang indah bersayap beterbangan mengelilingi padang luas yang dihiasi banyak bunga edelweis perak.  Kulihat dia berhenti disudut jalan, dan dud...

Letter from Baby (part 4)

Kututup cermin ajaib itu. Air mataku mengalir deras. Aku sedih melihat perbuatan ayah Yoga dan bunda Disa. Aku tau Tuhan begitu membenci perbuatan itu. Aku lalu meminta saran pada Molly bagaimana caranya agar aku dapat memberitahu mereka betapa besarnya dosa yang mereka perbuat. Aku tak mau jika suatu saat kita bertemu Tuhan malah tak mengizinkan. Yang kumau hanya cinta. "Molly, aku gak nyangka mereka begitu berani berbuat hal keji seperti itu. Aku takut Tuhan tak memaafkan mereka dan pada akhirnya kita tak bisa bertemu" "apa yang kamu takutkan Baby ? Semua umat tau Tuhan itu baik sekali. Tuhan itu maha pemaaf. Dia pasti akan memaafkan umatnya sebesar apapun kesalahannya" "tapi bagaimana caranya aku dapat memberitahu pada mereka ? Aku tau bunda dan ayah pasti saat ini sedang bingung bagaimana menebus dosanya. Aku ingin membantu" ‎"semua masalah pasti ada jalannya. Mengapa kamu tak berdoa saja pada Tuhan. Dia-lah yang paling tau atas semua y...

Letter from Baby (part 3)

Terdengar suara ombak berdesir terhempas batu karang. Pantai, itu tempat yang dipilih mereka untuk bicara serius. Mereka tau darah dagingnya cepat atau lambat akan tumbuh dalam rahim Disa. Air mata yang tertahan daritadi akhirnya terjatuh juga. Suara tangisnya tak lebih besar dibanding dengan penyesalannya. "aku merasa bersalah banget sama orangtua kamu Dis. Gak seharusnya kita berbuat bodoh. Kita harus selesaikan semua sebelum terlalu dalam. Kita punya waktu" ‎"waktu untuk apa ?" ‎"waktu untuk perbaiki semuanya. Aku akan berusaha mendekatkan mama sama kamu agar membuka hatinya untuk kamu. Cepat atau lambat mama pasti sadar kamu itu tepat" ‎"berapa lama ? Sampai kapan aku terus-terusan dianggap rival terbesar mama kamu ? Seandainya kamu gak selamatkan aku waktu itu..." ‎"sabar Disa, aku tau perasaan kamu. Tolong beri aku kesempatan untuk berusaha. Kasih aku waktu" "aku bisa kasih kamu kesempatan...

Letter from Baby (part 2)

3 bulan lalu... Malam itu dipesta ulangtahun Disa, Yoga memberikan kado yang tak diduga oleh Disa. Suasana yang mendukung membuat mereka akhirnya melakukan perbuatan yang sangat dibenci Tuhan. "ini aku lakukan supaya orangtuaku menerimamu" katanya pada Disa "maksudmu ?" "kelak nanti kau mengandung anak kita aku akan bertanggung jawab. Dan nikahi kamu. Selamanya kita bersama Disa" ‎"ha ? itu cara terbejat yang aku tau. Kenapa kita tak bicarakan dulu sebelum semuanya kita lakukan ?" Disa menamparnya. Yoga kemudian menjelaskan maksud itu pada Disa namun Disa lalu pergi dan menangis. Yoga tak pernah tau bagaimana rasanya ketika kesucian perempuan dirampas begitu saja hanya demi mempertahankan sebuah cinta. Kini sepertinya Yoga menyesal. Dia tidak akan mungkin bisa mengembalikan itu semua seperti sedia kala. Yoga tau mamanya tak suka dengan Disa yang katanya matre. Apapun belanjaannya pasti Yoga yang bayar...

Letter from Baby (part 1)

“ Ayah, bunda, pernahkah kau tahu bagaimana rasanya menjadi bayi yang terpaksa digugurkan? Yang aku rasakan ketika tau calon orangtua yang dipilih Tuhan ternyata tak menerima kehadiranku di dunia. Ayah, bunda, aku hanya ingin kita berkumpul seperti keluarga yang seharusnya di dunia ciptaan Tuhan. Tapi ternyata kalian berkehendak lain. Aku sayang sama kalian”  untuk kalian yang mengaborsiku - Baby, di surga – Letter from Baby Dari sekian banyak anak kampus yang belagu cuma dia cowok yang sederhana. Dia ganteng dan kaya. Bisa aja dia tunjuk siapapun gadis yang dia mau, Tapi dia enggak. Ketua senat bukan, asisten dosen apalagi. Cuma mahasiswa biasa yang sekarang sedang menikmati dunianya. Banyak yang suka padanya, tetap saja dia merasa sendirian. Sapa dia Yoga. Seandainya 3 bulan lalu dia tak melakukan hal bodoh yang terlaknat itu mungkin dia gak akan pernah dengar berita Disa yg positif mengandung anak darinya.    ...