Langsung ke konten utama

Letter From Baby (part 5)


Aku merangkaikan kata demi kata yang ku tuliskan di dua lembar kertas untuk ku berikan pada ayah dan bunda. Aku tak bisa menahan airmata kerinduanku yang sedaritadi terus berjatuhan. Kusisipkan setangkai bunga edelweis perak untuk bunda dan sebutir batu kaca seperti kristal untuk ayah.
"sampaikan ini ya Molly" Kuserahkan padanya yang kini bersiap terbang. Kuambil cermin ajaib pemberian sang pencipta dan kulihat Molly berada dialam mimpi bunda yang disinari cahaya terang. Molly meletakan surat itu diatas batu yang dikelilingi bunga dan pergi. Ia tau bunda akan menuju tempat itu. Tuhan mengizinkan aku membawa bunda dan ayah ketempat yang kutuju, hanya saja aku tak bisa bertemu langsung.
Tak lama ku lihat bunda berjalan perlahan dipadang yang luas. Dia menyusuri jalan setapak diantara bunga-bunga edelweis perak yang mempesona. Binatang indah bersayap beterbangan mengelilingi padang luas yang dihiasi banyak bunga edelweis perak.  Kulihat dia berhenti disudut jalan, dan duduk diatas bebatuan. Disa mengambil sepucuk surat dariku dan kemudian membacanya.
hai bunda, masih ingatkah kau pernah mengandung jabang bayi
yang kemudian kau gugurkan dengan paksa ?
Akulah bayi itu.
Aku mau tanya, kenapa bunda tega melakukan itu ?
Mengapa kau dan ayah tidak merawatku saja ?
Apakah aku akan merepotkan kalian suatu saat nanti ?
Aku lihat ketika tangan orang lain meremas erat perut bunda
Disitu  kan ada aku, apa bunda lupa ?
Saat itu pasti bunda sakit banget ya ?
Aku juga merasakan hal yang sama.
Terlebih saat ku tahu ayah dan bundaku sendiri yang meluruhkan daging
yang hampir saja menjadi tubuhku.
Bunda, kenapa kau dan ayah tak bertaubat saja
Tuhan itu baik lho.
Dia yang izinin Baby nulis surat ini buat Bunda.
Bunda, Baby sayang sama bunda dan ayah.
Aku tidak akan pernah bisa membenci kalian
meski sebenarnya hatiku ini sangat pedih bila kuingat hal itu.
Aku selalu berdoa untuk keselamatan dan kebahagiaan kalian.
Salam ya untuk ayah. Dan jaga kesehatan ya dan juga tobat.
Tuhan itu maha pemaaf
Nah bunda sekian dulu surat Baby.
Jangan lupa doakan Baby.
Mohon dibawa ya tanda matanya.
-          Baby -
 
Disa menangis setelah membaca surat itu. Dan kemudian dia berlari kencang ke arah sinar putih tadi. Saat itulah dia bangun dari tidurnya. Ada setangkai edelweis perak digenggamannya. Dia bingung untuk percaya, itu bunga dari mimpinya. "Ya Tuhan, ini bukan mimpi. Ruh bayi itu mengirimiku surat. Pertanda apa ini ?" ucapnya. Kini dia bermain dengan lamunannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesal

Maaf, saat itu ku tak ada disekitarmu. Maaf, saat kau butuh aku tak didekatmu. Maaf, saat ajalmu menjemput aku tak bisa berbuat. Hanya maaf dan penyesalan yang tersisa. Andai aku menjagamu dulu. Terlambat. Aku terlambat menyadarinya. Kau tak lagi didunia. Aku tak bisa membohongi diri bahwa aku ingin menangisi pusaramu, Membanjiri batu nisan diatas tanah yang kini menyelimutimu. Menjadi tempat peristirahatanmu. Andai aku bisa mengerti bagaimana memisahkan ego dengan kemauan. Aku bodoh. Padahal semua sayang yang kau beri tak sebanding dengan apa yang kuperbuat untuk membalasnya. Maaf. Hanya doa yang bisa kuhadiahi. Aku tau kau tak lagi mengharapkan apapun lagi. Karena Tuhan kini telah memelukmu, dan kau bisa meminta langsung padanya. Aku menyesal. Bahagia disana, tunggu aku disurga sang pencipta :'-)

(: For ya , December , 22nd. i'll never forget you :)

rasanya baru kemarin, kita tertawa dan bercanda. bahkan sering kau meledek aku, dengan leluconmu yang khas. rasanya baru kemarin , aku mendengar berita akan dirimu. Tuhan menghadiahkan mu bencana. Tapi kamu tetap tegar. rasanya baru kemarin, aku melihatmu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. meminta untuk berdoa bersama pada sang Khalik. senyuman yang ikhlas, yang langka. rasanya baru kemarin. mendengar harapan kamu yang terakhir, meminta ku menjadi dokter. kau bilang biar dapat menyembuhkan sakitmu sendiri. ya, kamu bilang begitu. rasanya baru kemarin, aku mengantarmu ketempat terakhirmu. melihat mereka menggali tanah kuburmu. melihat kita semua menghamburkan bunga wangi diatasmu. saat kamu pergi meninggalkan kita semua dengan manis, senyuman ikhlas yang kamu tinggalkan. aku tak bisa maminta apapun lagi. aku rasa kamulah yg kini begitu dekat dengan-Nya. kamu bisa saja menengadahkan tanganmu dan mengucapkan permohonanmu,. ...

GORESAN KECIL

Hey, masih ingat kapan kamu menginjakkan kakimu dibumi ini ? Beberapa puluh tahun yang lalu ? Tentu saja, saat itu adalah masa dimana ayah dan ibumu membimbingmu mengenalkan dunia ini padamu. Dunia yang Tuhan ciptakan dengan amat sangat indah. Boleh tanya lagi, masih ingat saat usiamu memasukki sekolah taman kanak-kanak ? Apa cita-citamu saat itu ? Dokter? Guru? Atau bahkan presiden ? Dan saat itu kamu perjuangkan mati-matian untuk mengejar dan meraih impianmu itu. Belajar, membaca, bertanya, dan juga membandingkan hal satu dengan lainnya Dan saat itu pikiran kita masih belum terbagi oleh hal-hal yang memang tak seharusnya, yang bukan untuk tujuan hidup kita. Lalu saat ini bagaimana ? Masih inginkah kamu meraih cita-citamu yang dulu ? Saat ini kita hanya ingin jadi orang sukses. Entah apa yang dikerjakan yang penting dapat uang. Berbeda dengan cita-cita yang dulu ya.. Saat ditanya masih ingatkah dengan cita-citamu dulu ? kau hanya menjawab "Al...