Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Tamagotchi (part 3)

         "Chi, sekarang lo udah bener-bener gak ada buat gue. Tapi makasih sebelumnya lo udah berani milih gue ketimbang Dika. Makasih kalau pada akhirnya gue lah yang jadi cinta terakhir lo" ucap Tama di pusara Ochi, gadis yang sangat dicintainya. Dia, yang pernah menjadi pendamping hidupnya kini pergi untuk waktu yang sangat panjang dan tak akan lagi memintanya untuk kembali. Tama meletakan tamagotchi dari sakunya di papan nisan, air matanya tak diizinkan keluar dari matanya.          "Tam kalo mau nangis gak apa-apa kali, belom ada peraturan cowok dilarang nagis kok" ucapku, yang dikomentari hanya tersenyum meski dimatanya tertahan sesuatu.          "Dulu Ochi benci banget kalo gue mainin tamagotchi kalo kita lagi jalan-jalan bareng. Sekarang gue mau tinggalin ini buat dia, gue rela ngelepas mainan gak berguna ini buat dia."      ...

Tamagotchi (part 2)

            Entah kenapa Tama begitu mempercayaiku menyimpan alat ini. Sekarang piaraan di game ini sudah besar. Dua tahun sudah aku dan Tama berbagi cerita dari a sampai z. Dua tahun  juga aku cukup mengenal Tama itu seperti apa. Kupikir dia cukup penyayang, sangat jelas dari kisah cintanya yang dia ceritakan beberapa wktu lalu kepadaku. Ochi kekasihnya yang ketauan menyelingkuhinya dengan teman sepermainannya Dika, Tama sama sekali gak marah.         "terus gimana hubungan lo sama Ochi, Tam ? "         "Ochi minta maaf sama gue pas tadi gue anter dia beli kamera, dia cerita kemaren katanya dipaksa ciuman sama Dika tapi gak mau dia"         "loh terus Ochi sama Dika udahan gitu masud lo ? Lo balikan dong siang tadi" Yang ditanya mengangguk, kepalanya menengadah ke atas seolah punya pikiran yang sangat berat. Matanya ...