"Chi, sekarang lo udah bener-bener gak ada buat gue. Tapi makasih sebelumnya lo udah berani milih gue ketimbang Dika. Makasih kalau pada akhirnya gue lah yang jadi cinta terakhir lo" ucap Tama di pusara Ochi, gadis yang sangat dicintainya. Dia, yang pernah menjadi pendamping hidupnya kini pergi untuk waktu yang sangat panjang dan tak akan lagi memintanya untuk kembali. Tama meletakan tamagotchi dari sakunya di papan nisan, air matanya tak diizinkan keluar dari matanya.
"Tam kalo mau nangis gak apa-apa kali, belom ada peraturan cowok dilarang nagis kok" ucapku, yang dikomentari hanya tersenyum meski dimatanya tertahan sesuatu.
"Dulu Ochi benci banget kalo gue mainin tamagotchi kalo kita lagi jalan-jalan bareng. Sekarang gue mau tinggalin ini buat dia, gue rela ngelepas mainan gak berguna ini buat dia."
"Tam, semua ini udah ditakdirin sama yang diatas, gak usah lo sesalin."
"gue bener-bener penasaran ada apa dibalik semua ini. Eh masih simpen handycamp yang kemaren gak ? Kalo gak salah kameranya ditinggalin di meja dalam keadaan masih on kan ?"
"masih, aman di tempat gue. Kayaknya juga sih kejadian beberapa menit sebelum Ochi meninggal juga terekam disitu soalnya pas banget anglenya mengarah ke dia."
"yaudah kita ambil dan kita liat apa yang terjadi sebenernya. Gue yakin, Ochi itu dibunuh !"
Langkah kaki meninggalkan pemakaman itu. Taburan bunga yang menjadi hadiah terakhir beterbangan diatas pusaranya
Komentar
Posting Komentar