rasanya baru kemarin,
kita tertawa dan bercanda.
bahkan sering kau meledek aku,
dengan leluconmu yang khas.
rasanya baru kemarin ,
aku mendengar berita akan dirimu.
Tuhan menghadiahkan mu bencana.
Tapi kamu tetap tegar.
rasanya baru kemarin,
aku melihatmu terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
meminta untuk berdoa bersama pada sang Khalik.
senyuman yang ikhlas, yang langka.
rasanya baru kemarin.
mendengar harapan kamu yang terakhir,
meminta ku menjadi dokter.
kau bilang biar dapat menyembuhkan sakitmu sendiri.
ya, kamu bilang begitu.
rasanya baru kemarin,
aku mengantarmu ketempat terakhirmu.
melihat mereka menggali tanah kuburmu.
melihat kita semua menghamburkan bunga wangi diatasmu.
saat kamu pergi meninggalkan kita semua dengan manis,
senyuman ikhlas yang kamu tinggalkan.
aku tak bisa maminta apapun lagi.
aku rasa kamulah yg kini begitu dekat dengan-Nya.
kamu bisa saja menengadahkan tanganmu dan mengucapkan permohonanmu,.
sepertinya aku sudah terlalu besar untuk menangis.
aku hanya bisa menitipkan kamu ,
pada Tuhan Yang Maha Esa.

Komentar
Posting Komentar