Langsung ke konten utama

Letter From Baby (part 7)

 Dunia itu indah, tapi tak seindah tempat dimana aku berpijak saat ini. Surga, tempat yang dituju semua umat. Aku heran, banyak yang mengharapkan namanya ada dalam daftar penghuni surga. Tapi mengapa mereka tak menjauhi apa yang Tuhan larang ? Malah perintah-Nya kadang dijauhinya. Bukankah perbedaannya jelas ? Peri cantik utusan Tuhan itu tertawa kecil melihatku. Kecantikan yang menyamai para bidadari. Dia seolah seperti malaikat kecil yang memberikanku perlindungan. Perlindungan yang seharusnya diberikan sang Ayah. Peri bersayap itu yang memberiku arti dari sebuah kasih sayang. Yang seharusnya diberikan bunda untukku. Tapi keadaannya berbeda.
"Semua itu punya pilihan Baby"
"pilihan ? Maksudnya ?"
‎"semua umat berhak untuk memilih mau dibawa kemana kehidupannya. Ada baik atau buruk, tertawa atau menangis, patuh atau berontak, surga atau neraka"
‎"neraka ? Tempat apa itu ? Apa sama dengan disini ?"
"itu adalah tempat untuk orang-orang yang buruk. Disana dihuni oleh orang-orang berdosa yang dijaga oleh kaum setan. Panas api dan teriakan minta ampunan begitu terasa ditempat itu. Tempat  dimana orang-orang mengabaikan Tuhan sampai akhir hayatnya"
"maksudmu disana banyak orang berdosa ?"
‎"tepat. Hukuman yang mereka dapatkan sesuai dengan dosa yang mereka perbuat"
"apa mereka tak bisa membedakan perbuatan baik atau buruk ?"
‎"sesungguhnya mereka itu telah menjalankan apa yang diserukan Tuhan, tapi mereka kafir lagi. Kemudian hatinya dikunci mati oleh setan"
‎"apakah kedua orangtuaku nanti akan ditempatkan disana untuk menebus dosa mereka Molly ?"
‎"jika mereka mau bertaubat dan kembali berada dijalan yang benar, mungkin Tuhan akan mengampuni dosa itu dan menempatkannya bersamamu"
‎"tapi Molly, untuk apa Tuhan menciptakan setan ? Dia kan hanya menjadi perusak"
‎"Tuhan tak pernah salah menciptakan sesuatu. Ketika itu Tuhan menciptakan Adam dari tanah sebagai manusia pertama. Dia mengajarkan berbagai ilmu dan kebaikan"
‎"lalu mengapa iblis dan setan itu bisa ada ? Bukankah akan aman jika tidak ada mereka ?"
‎"haha Baby, kau bersemangat sekali. Masih mau mendengar kelanjutannya ?"
‎"lanjutkan Molly, aku ingin tahu. Lalu setelah kelahiran Adam apalagi yang terjadi ?"
‎"Setelah Adam hadir kemudian Tuhan menciptakan malaikat dari cahaya dan setan dari api. Tuhan memerintahkan malaikat dan setan untuk bersujud kepada utusan Tuhan itu, Adam sebagai manusia pertama yang menjadi tanda-tanda kehidupan di dunia. Semua sujud padanya kecuali setan yang durhaka"
"Apa yang menyebabkan setan tidak mau bersujud dan menyambut kedatangan Adam ?"
"pertanyaan yang bagus. Setan merasa dia dan kaumnya adalah makhluk yang paling hebat karena tercipta dari gejolak api. Dia merasa sombong, baginya buat apa dia bersujud dan menyambut kedatangan makhluk yang hanya terbuat dari tanah. Kemudian Tuhan murka dan mengusirnya dari surga"
‎"dan apa yang kemudian dilakukan kaumnya ?"
"mereka berkata pada Tuhan : Kami tidak rela menjadi penghuni neraka sendirian. Kami akan mengajak umat-Mu menemani kita disana. Dan Kau akan tau mana umat yang benar-benar taat pada-Mu dan mana umat yang sama durhakanya seperti kami, begitu seruannya"
‎"oh aku mengerti sekarang mengapa sampai saat ini setan itu mengganggu kehidupan manusia di dunia. Mereka licik ya"
"benar Baby. Jika kau ingin ayah dan bundamu terhindar dari ajakan setan, berdoalah. Minta perlindungan pada Tuhan"
Baby mengangguk dan melebarkan senyumnya. Dia tahu apa yang harus dia lakukan. Mungkin suatu saat nanti aku akan bertamasya mengunjungi neraka. Aku ingin tau seberapa buruk tempat yang dihuni oleh setan dan kaumnya. Tuhan, lindungi orangtuaku. Jauhi mereka dari godaan setan yang terkutuk. Jadikan mereka berada
dijalan-Mu dan berkumpul bersama di nirwana yang indah ini. Amin.

tamat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesal

Maaf, saat itu ku tak ada disekitarmu. Maaf, saat kau butuh aku tak didekatmu. Maaf, saat ajalmu menjemput aku tak bisa berbuat. Hanya maaf dan penyesalan yang tersisa. Andai aku menjagamu dulu. Terlambat. Aku terlambat menyadarinya. Kau tak lagi didunia. Aku tak bisa membohongi diri bahwa aku ingin menangisi pusaramu, Membanjiri batu nisan diatas tanah yang kini menyelimutimu. Menjadi tempat peristirahatanmu. Andai aku bisa mengerti bagaimana memisahkan ego dengan kemauan. Aku bodoh. Padahal semua sayang yang kau beri tak sebanding dengan apa yang kuperbuat untuk membalasnya. Maaf. Hanya doa yang bisa kuhadiahi. Aku tau kau tak lagi mengharapkan apapun lagi. Karena Tuhan kini telah memelukmu, dan kau bisa meminta langsung padanya. Aku menyesal. Bahagia disana, tunggu aku disurga sang pencipta :'-)

(: For ya , December , 22nd. i'll never forget you :)

rasanya baru kemarin, kita tertawa dan bercanda. bahkan sering kau meledek aku, dengan leluconmu yang khas. rasanya baru kemarin , aku mendengar berita akan dirimu. Tuhan menghadiahkan mu bencana. Tapi kamu tetap tegar. rasanya baru kemarin, aku melihatmu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. meminta untuk berdoa bersama pada sang Khalik. senyuman yang ikhlas, yang langka. rasanya baru kemarin. mendengar harapan kamu yang terakhir, meminta ku menjadi dokter. kau bilang biar dapat menyembuhkan sakitmu sendiri. ya, kamu bilang begitu. rasanya baru kemarin, aku mengantarmu ketempat terakhirmu. melihat mereka menggali tanah kuburmu. melihat kita semua menghamburkan bunga wangi diatasmu. saat kamu pergi meninggalkan kita semua dengan manis, senyuman ikhlas yang kamu tinggalkan. aku tak bisa maminta apapun lagi. aku rasa kamulah yg kini begitu dekat dengan-Nya. kamu bisa saja menengadahkan tanganmu dan mengucapkan permohonanmu,. ...

GORESAN KECIL

Hey, masih ingat kapan kamu menginjakkan kakimu dibumi ini ? Beberapa puluh tahun yang lalu ? Tentu saja, saat itu adalah masa dimana ayah dan ibumu membimbingmu mengenalkan dunia ini padamu. Dunia yang Tuhan ciptakan dengan amat sangat indah. Boleh tanya lagi, masih ingat saat usiamu memasukki sekolah taman kanak-kanak ? Apa cita-citamu saat itu ? Dokter? Guru? Atau bahkan presiden ? Dan saat itu kamu perjuangkan mati-matian untuk mengejar dan meraih impianmu itu. Belajar, membaca, bertanya, dan juga membandingkan hal satu dengan lainnya Dan saat itu pikiran kita masih belum terbagi oleh hal-hal yang memang tak seharusnya, yang bukan untuk tujuan hidup kita. Lalu saat ini bagaimana ? Masih inginkah kamu meraih cita-citamu yang dulu ? Saat ini kita hanya ingin jadi orang sukses. Entah apa yang dikerjakan yang penting dapat uang. Berbeda dengan cita-cita yang dulu ya.. Saat ditanya masih ingatkah dengan cita-citamu dulu ? kau hanya menjawab "Al...