Langsung ke konten utama

Letter from Baby (part 4)

Kututup cermin ajaib itu. Air mataku mengalir deras. Aku sedih melihat perbuatan ayah Yoga dan bunda Disa. Aku tau Tuhan begitu membenci perbuatan itu. Aku lalu meminta saran pada Molly bagaimana caranya agar aku dapat memberitahu mereka betapa besarnya dosa yang mereka perbuat. Aku tak mau jika suatu saat kita bertemu Tuhan malah tak mengizinkan. Yang kumau hanya cinta.
"Molly, aku gak nyangka mereka begitu berani berbuat hal keji seperti itu. Aku takut Tuhan tak memaafkan mereka dan pada akhirnya kita tak bisa bertemu"
"apa yang kamu takutkan Baby ? Semua umat tau Tuhan itu baik sekali. Tuhan itu maha pemaaf. Dia pasti akan memaafkan umatnya sebesar apapun kesalahannya"
"tapi bagaimana caranya aku dapat memberitahu pada mereka ? Aku tau bunda dan ayah pasti saat ini sedang bingung bagaimana menebus dosanya. Aku ingin membantu"
‎"semua masalah pasti ada jalannya. Mengapa kamu tak berdoa saja pada Tuhan. Dia-lah yang paling tau atas semua yang terjadi karena Dia-lah sang pencipta"
Senyum Baby mengembang. Ide bagus Molly, pikirnya senang. Makhluk ciptaan Tuhan itu berpelukan mengucapkan terimakasih karena selama ini Molly-lah penolongnya. Dialah yang membantuku berbicara pada Tuhan. Baby tau semua makhluk Tuhan aka selalu disayang oleh-Nya. Tak ada satupun doa yang tak dikabulkan oleh-Nya meski begitu banyak umat yang menyembah-Nya namun dia tak pernah lupa. Manusialah yang sering melupakan kebaikan dan kemuliaan Tuhan. Tuhan selalu memaafkan kesalahan umatnya meski umat-Nya menyandang kesalahan terbesar selama hidupnya.
            Molly menyarankanku untuk berdoa pada Tuhan agar hukuman Yoga dan Disa berkurang. Molly tau Tuhan pasti memberiku jalan keluar meski masalahku berat. Aku tak pernah bosan memohon kepada-Nya. Bagiku Tuhan itu segalanya. Semua makhluk-Nya tau. Tuhan tak pernah mengabaikan satupun dari begitu banyak umatnya. ‎
"Tuhan, apa aku boleh bicara sebentar ? Aku punya permohonan. Apakah boleh aku meminta sesuatu padamu ?" Tuhan menyempatkan waktu-Nya untukku diantara jutaan doa umat-Nya. Meski begitu tak ada satupun yang tak didengar. Tuhan tersenyum, Dia tau maksud kedatanganku.
‎"Tuhan, aku sadar dosa kedua orangtuaku begitu besar. Aku juga tau Kau maha pengampun meski kesalahan umat-Mu sangat besar. Bisakah Kau kabulkan doaku? Aku sadar doa dan permohonanku terlalu banyak. Tapi ku mohon, bisakah Kau mengampuni kesalahan mereka ?"
"Aku bisa mengampuni mereka. Tapi tidak semudah itu Baby, mereka harus menebus kesalahan mereka dulu. Mereka akan Ku ampuni jika mereka mau sungguh-sungguh bertaubat dan menghindari kesalahan baik itu pernah terjadi ataupun tidak"
"aku ingin mengatakannya pada mereka. Aku ingin menyadarkan dan membawa mereka kembali ke jalan-Mu Tuhan. Tapi bagaimana cara aku berkontak langsung dengannya?"
"aku tak tau, tapi aku akan berusaha mencoba. Aku cuma ingin mereka tak berada di perangkap yang salah. Aku takut mereka abaikanku karena aku,,, telah mati"
‎"jangan putus asa sayang. Kalau memang kau tidak bisa berbicara langsung pada mereka, mengapa kau tak menulis surat untuknya ?"
"surat ? Lalu siapa yang mengirimnya ?"
‎"diskusikan pada Molly, dia peri pintar. Setelah itu kau bisa kembali pada-Ku" aku bingung, Tuhan hanya memberiku petunjuk. Mengapa Dia tak katakan langsung ?"
Aku lekas mencari Molly. Kutemukan peri kecil bersayap itu menari-nari dipadang yang luas. Dia melambaikan tangannya kepadaku. "hey Baby, ada apa ?"
‎"aku baru menemui Tuhan. Aku memohon pada-Nya agar aku bisa mengajak ayah dan bunda bertaubat. Tapi Tuhan hanya memberiku petunjuk, dengan surat"
"aku ini kan cuma arwah. Bisa saja mereka mengabaikanku karena aku tak terlihat. Lalu bagaimana caraku menyampaikan suratnya ?"
‎"hmm, kau tulis saja suratmu. Lalu kau berikan padaku untuk ku berikan lewat mimpinya. Kau bisa sisipkan tanda mata disuratmu sebagai tanda surat itu darimu"
‎"jadi kau akan mendatangi mimpi mereka satu persatu ? Bagaimana bisa ?"
‎"serahkan padaku" katanya sambil mengedipkan sebelah matanya. Aku tersenyum, dan segera aku berlari untuk menemui Sang Pencipta. Aku mengerti mengapa dia hanya memberi petunjuk pada setiap masalah. Ya, agar aku bisa mendapatkan jalan keluarnya. Dan Tuhan memberikan masalah pada umat-Nya agar mereka menjadi lebih bijaksana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesal

Maaf, saat itu ku tak ada disekitarmu. Maaf, saat kau butuh aku tak didekatmu. Maaf, saat ajalmu menjemput aku tak bisa berbuat. Hanya maaf dan penyesalan yang tersisa. Andai aku menjagamu dulu. Terlambat. Aku terlambat menyadarinya. Kau tak lagi didunia. Aku tak bisa membohongi diri bahwa aku ingin menangisi pusaramu, Membanjiri batu nisan diatas tanah yang kini menyelimutimu. Menjadi tempat peristirahatanmu. Andai aku bisa mengerti bagaimana memisahkan ego dengan kemauan. Aku bodoh. Padahal semua sayang yang kau beri tak sebanding dengan apa yang kuperbuat untuk membalasnya. Maaf. Hanya doa yang bisa kuhadiahi. Aku tau kau tak lagi mengharapkan apapun lagi. Karena Tuhan kini telah memelukmu, dan kau bisa meminta langsung padanya. Aku menyesal. Bahagia disana, tunggu aku disurga sang pencipta :'-)

(: For ya , December , 22nd. i'll never forget you :)

rasanya baru kemarin, kita tertawa dan bercanda. bahkan sering kau meledek aku, dengan leluconmu yang khas. rasanya baru kemarin , aku mendengar berita akan dirimu. Tuhan menghadiahkan mu bencana. Tapi kamu tetap tegar. rasanya baru kemarin, aku melihatmu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. meminta untuk berdoa bersama pada sang Khalik. senyuman yang ikhlas, yang langka. rasanya baru kemarin. mendengar harapan kamu yang terakhir, meminta ku menjadi dokter. kau bilang biar dapat menyembuhkan sakitmu sendiri. ya, kamu bilang begitu. rasanya baru kemarin, aku mengantarmu ketempat terakhirmu. melihat mereka menggali tanah kuburmu. melihat kita semua menghamburkan bunga wangi diatasmu. saat kamu pergi meninggalkan kita semua dengan manis, senyuman ikhlas yang kamu tinggalkan. aku tak bisa maminta apapun lagi. aku rasa kamulah yg kini begitu dekat dengan-Nya. kamu bisa saja menengadahkan tanganmu dan mengucapkan permohonanmu,. ...

GORESAN KECIL

Hey, masih ingat kapan kamu menginjakkan kakimu dibumi ini ? Beberapa puluh tahun yang lalu ? Tentu saja, saat itu adalah masa dimana ayah dan ibumu membimbingmu mengenalkan dunia ini padamu. Dunia yang Tuhan ciptakan dengan amat sangat indah. Boleh tanya lagi, masih ingat saat usiamu memasukki sekolah taman kanak-kanak ? Apa cita-citamu saat itu ? Dokter? Guru? Atau bahkan presiden ? Dan saat itu kamu perjuangkan mati-matian untuk mengejar dan meraih impianmu itu. Belajar, membaca, bertanya, dan juga membandingkan hal satu dengan lainnya Dan saat itu pikiran kita masih belum terbagi oleh hal-hal yang memang tak seharusnya, yang bukan untuk tujuan hidup kita. Lalu saat ini bagaimana ? Masih inginkah kamu meraih cita-citamu yang dulu ? Saat ini kita hanya ingin jadi orang sukses. Entah apa yang dikerjakan yang penting dapat uang. Berbeda dengan cita-cita yang dulu ya.. Saat ditanya masih ingatkah dengan cita-citamu dulu ? kau hanya menjawab "Al...