Langsung ke konten utama

Letter From Baby (part 6)


Aku tersenyum lega karena surat untuk bunda telah tersampaikan. Molly yang sukses melaksanakan tugasnya kini disampingku dan menemaniku melihat mimpi bunda sejak tadi. Aku sangat berterimakasih padanya. Tanpa peri bersayap itu mungkin ungkapan hati yang telah kurangkaikan menjadi untaian kata itu tidak akan pernah tersampaikan. Ku uncapkan rasa syukurku pada Sang Pencipta, karena tanpa-Nya usahaku tiada berarti.
"sekarang waktunya kita ke mimpi ayahmu Baby. Siap ?" Akupun mengangguk.
Aku dan Molly melihat sosok lelaki muda keluar dari sinar putih.  Ia berjalan memasuki sebuah labirin batu kaca kristal. Tempat itu sangat indah dan menakjubkan. Kilauan dari butiran batu kaca itu menyeruak diantara ruang gelap yang mengelilinginya.
"tempat apa ini ?" kata Yoga sambil mencari jalannya. Dengan rasa penasaran dia terus berjalan sampai akhirnya dia menemukan jalan keluarnya. Kini dia berada dipadang yang ditumbuhi buah-buahan segar bersama kilauan batu Kristal yang indah. Dia duduk diatas batu kaca dan membaca secarik kertas. Ya itu surat dari Baby.  Didalamnya terdapat sebutir batu kaca kristal seperti yang tadi ditemui.
Hai ayah, masih ingat aku ?
 Aku Baby, calon anak yang gagal mencium aroma dunia.
Benar, akulah si calon bayi yang kalian gugurkan waktu itu.
Padahal hari itu aku dilahirkan, tapi saat itu juga aku meninggal.
Mengapa kau begitu cepat mengirimku kembali ke surga ?
Baru saja ruh suciku ditiup sang Tuhan.
Aku sempat melihat ayah menggenggam tangan Bunda yang terbaring
dan merintih kesakitan.
Tapi dengarkah kau saat aku meraung kesakitan ?
Pernahkah kau rasakan itu ayah ?
Rasa pedih ketika daging tubuhku yang berlumuran darah
dicampakkan begitu saja ?
Apa kau tak izinkan aku lahir sebagai anak haram ?
Aku senang karena aku tak punya dosa yang tercatat.
Ayah, jaga bunda. Bawa batu ini dan kirimkan doa untukku.
Bertaubatlah ayah, Tuhan itu maha pengampun
meski kesalahan umatnya begitu besar.
Kelak aku bisa membawa ayah dan bunda bersama-sama disurga.
Aku menyayangi kalian. Akan kukirimkan lagi suratku lain waktu.
 - Baby -
 Yoga kaget, kemudian berlari keluar labirin yang mengelilinginya. Tak lama cahaya putih menyinarinya, dan dia terbangun dari alam mimpinya. Batu kaca kristal itu masih digenggamnya. Dan Yoga masih terheran dalam awang-awang mimpinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesal

Maaf, saat itu ku tak ada disekitarmu. Maaf, saat kau butuh aku tak didekatmu. Maaf, saat ajalmu menjemput aku tak bisa berbuat. Hanya maaf dan penyesalan yang tersisa. Andai aku menjagamu dulu. Terlambat. Aku terlambat menyadarinya. Kau tak lagi didunia. Aku tak bisa membohongi diri bahwa aku ingin menangisi pusaramu, Membanjiri batu nisan diatas tanah yang kini menyelimutimu. Menjadi tempat peristirahatanmu. Andai aku bisa mengerti bagaimana memisahkan ego dengan kemauan. Aku bodoh. Padahal semua sayang yang kau beri tak sebanding dengan apa yang kuperbuat untuk membalasnya. Maaf. Hanya doa yang bisa kuhadiahi. Aku tau kau tak lagi mengharapkan apapun lagi. Karena Tuhan kini telah memelukmu, dan kau bisa meminta langsung padanya. Aku menyesal. Bahagia disana, tunggu aku disurga sang pencipta :'-)

(: For ya , December , 22nd. i'll never forget you :)

rasanya baru kemarin, kita tertawa dan bercanda. bahkan sering kau meledek aku, dengan leluconmu yang khas. rasanya baru kemarin , aku mendengar berita akan dirimu. Tuhan menghadiahkan mu bencana. Tapi kamu tetap tegar. rasanya baru kemarin, aku melihatmu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. meminta untuk berdoa bersama pada sang Khalik. senyuman yang ikhlas, yang langka. rasanya baru kemarin. mendengar harapan kamu yang terakhir, meminta ku menjadi dokter. kau bilang biar dapat menyembuhkan sakitmu sendiri. ya, kamu bilang begitu. rasanya baru kemarin, aku mengantarmu ketempat terakhirmu. melihat mereka menggali tanah kuburmu. melihat kita semua menghamburkan bunga wangi diatasmu. saat kamu pergi meninggalkan kita semua dengan manis, senyuman ikhlas yang kamu tinggalkan. aku tak bisa maminta apapun lagi. aku rasa kamulah yg kini begitu dekat dengan-Nya. kamu bisa saja menengadahkan tanganmu dan mengucapkan permohonanmu,. ...

GORESAN KECIL

Hey, masih ingat kapan kamu menginjakkan kakimu dibumi ini ? Beberapa puluh tahun yang lalu ? Tentu saja, saat itu adalah masa dimana ayah dan ibumu membimbingmu mengenalkan dunia ini padamu. Dunia yang Tuhan ciptakan dengan amat sangat indah. Boleh tanya lagi, masih ingat saat usiamu memasukki sekolah taman kanak-kanak ? Apa cita-citamu saat itu ? Dokter? Guru? Atau bahkan presiden ? Dan saat itu kamu perjuangkan mati-matian untuk mengejar dan meraih impianmu itu. Belajar, membaca, bertanya, dan juga membandingkan hal satu dengan lainnya Dan saat itu pikiran kita masih belum terbagi oleh hal-hal yang memang tak seharusnya, yang bukan untuk tujuan hidup kita. Lalu saat ini bagaimana ? Masih inginkah kamu meraih cita-citamu yang dulu ? Saat ini kita hanya ingin jadi orang sukses. Entah apa yang dikerjakan yang penting dapat uang. Berbeda dengan cita-cita yang dulu ya.. Saat ditanya masih ingatkah dengan cita-citamu dulu ? kau hanya menjawab "Al...