“Ayah, bunda, pernahkah kau tahu bagaimana rasanya menjadi bayi yang terpaksa digugurkan? Yang aku rasakan ketika tau calon orangtua yang dipilih Tuhan ternyata tak menerima kehadiranku di dunia. Ayah, bunda, aku hanya ingin kita berkumpul seperti keluarga yang seharusnya di dunia ciptaan Tuhan. Tapi ternyata kalian berkehendak lain. Aku sayang sama kalian”
untuk kalian yang mengaborsiku
- Baby, di surga –
Letter from Baby
Dari sekian banyak anak kampus yang belagu cuma dia cowok yang sederhana. Dia ganteng dan kaya. Bisa aja dia tunjuk siapapun gadis yang dia mau, Tapi dia enggak. Ketua senat bukan, asisten dosen apalagi. Cuma mahasiswa biasa yang sekarang sedang menikmati dunianya. Banyak yang suka padanya, tetap saja dia merasa sendirian. Sapa dia Yoga. Seandainya 3 bulan lalu dia tak melakukan hal bodoh yang terlaknat itu mungkin dia gak akan pernah dengar berita Disa yg positif mengandung anak darinya.
"gue lakuin ini karena gue gak mau kepisah dari Disa. dan sekarang gue bingung Fran" itu katanya ketika dia curhat pada Frandi, sahabatnya.
"hanya ada 2 pilihan, tanggung jawab atau aborsi anak lo" kalimat itu yg terlontar dari mulut Frandi, yang harus dipikirkan Yoga dan Disa secara matang.
Ruh ku baru saja ditiup Tuhan tapi sepertinya calon orangtuaku tak izinkanku untuk hidup didunia. Akulah anak yang telah diaborsi ayah Yoga dan bunda Disa. Aku baru merasakan menjadi segumpal daging dengan penuh darah dalam rahim bunda Disa. Kupikir aku akan tumbuh menjadi anak mereka seutuhnya tapi ternyata tidak. Aku merasakan sakit yang amat sangat saat sebuah tangan meremas perut bunda dengan paksa. Orang itu mengeluarkan jasadku secara perlahan kemudian gumpalan daging dan darah jasadku kini ada dalam genggaman orang tak dikenal itu. Dengan rasa tak bersalah yang kemudian mebuangnya kesebuah baskom. Dan saat itu juga ruh ku terlepas dari tubuhku, melayang diatasnya. Aku sempat memandang wajah calon ayah yang menemani bundaku yang merintih diatas ranjang sebelum sinar putih menyinari arwahku. Mereka pasangan yang serasi. Air mataku berlinang tapi mereka tak melihatku, tak membelaiku seperti seharusnya. Aku sempatkan mencium kedua calon orangtuaku sebelum cahaya surga menjemputku.
Aku belum punya nama, tapi panggil saja aku Baby. Tuhan juga panggil aku begitu. kini aku duduk lagi disurga. baru saja aku bergegas ke dunia, tapi gagal.
"Tuhan kenapa Kau jemput aku kembali ?"
"Mereka menginginkanmu tetap disini Baby"
"Tapi aku ingin lebih lama hidup disana ? Apa mereka melarangku ?"
"Mereka tak ingin kau punya dosa seperti mereka yang hidup. Memang kau tidak senang disini ?"
"Aku senang sekali. Tapi aku lebih senang bila aku terlahir utuh"
"itu semua takdir dari Ku karena Aku tau kemampuan umatKu. Dan bagi mereka yang sabar Aku akan memberikan kehidupan yang lebih baik untuknya"
"kulihat mereka membuang jasadku. Apa mereka tak ingin aku lahir ?"
"beruntunglah Baby jika kau tak dilahirkan, mereka takut bila kau lahir akan menjadi anak haram baginya"
"anak haram ? Apa itu ?"
"anak haram itu anak yang lahir dari hubungan yang salah dan tidak diridoi. Bersyukurlah karena kau masih disurga ini"
Aku mengerti mengapa mereka tak izinkan aku ke dunia. Mereka tak ingin aku menjadi anak haram dan memiliki dosa seperti mereka yang lahir. Aku senang karena aku masih dalam keadaan suci. Tuhan mengutus peri Molly untuk menemaniku. "kau bisa bertanya padanya Baby. Molly itu peri pintar" kata Tuhan padaku. Wah Tuhan tau aja kalau aku kesepian.
Aku bertanya pada Molly apakah aku masih bisa menikmati dunia, tapi Molly bilang tidak. bagaimana mungkin ? Aku saja belum dilahirkan ke dunia. Molly tersenyum.
"Molly aku sangat ingin bertemu calon orangtuaku. Baru saja aku berjanji pada Tuhan untuk berbuat baik pada mereka"
"perlu kamu ketaui Baby, saat Tuhan meniupkan ruhmu ke dalam jasad manusia, saat itulah kau telah hidup. Namun mereka terlalu cepat mengirimmu kembali ke surga"
"maksudmu aku telah mati begitu ? Mereka membunuhku ? Atau mereka tak inginkan aku ? Tapi apa salahku ? Hidup saja belum"
"itu tergantung Tuhan yang mengatur. Tapi lihat sisi baiknya Baby, tak ada dosa yang tercatat darimu. tak semua bisa hidup di surga sepertimu"
"apa calon orangtuaku juga memiliki catatan dosa ? Aku ingin membaca catatan itu dari malaikat. Apakah boleh Molly ? Bantu aku meminta izin pada Tuhan" Molly tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Baby anak yang baik. Dia yakin seandainya dia lahir pasti akan berbakti.
Baby dan Molly bergegas menemui Tuhan. Dia ingin tau seberapa tebal catatan dosa dan hukuman untuk calon orangtuanya. Tapi Baby tau Tuhan baik pada umatnya.
"Aku tidak meminjamkan catatan malaikat padamu, tapi aku akan memberimu sebuah cermin. Kau bisa lihat yang calon orangtuamu lakukan" Tuhan memberinya cermin
"makasih banyak Tuhan. Apa nanti akan terlihat dosa atau pahala yang akan mereka dapat ?"
"setiap manusia yang lahir pasti punya dosa atau pahala. Lihat dari apa yang mereka akan pilih, baik atau buruk. Juga seberapa taat mereka menyembah Ku"
"Tapi bagaimana bila kesalahan yang mereka perbuat melebihi kebaikannya ? Aku ingin mereka bersamaku di surga. Menjadi keluarga utuh meski bukan di dunia"
"kau bisa mengajaknya bertaubat. Niscaya apabila mereka sungguh-sungguh beribadah kepada Ku mereka akan bersama denganmu"
Aku puas mendengar jawaban dari Nya. Kutitipkan cermin itu pada Molly. "ayo Molly, aku tak sabar ingin melihat"
Komentar
Posting Komentar