Langsung ke konten utama

Surat untuk para petinggi , Dari yang peduli.

To:
Dahlan Iskan, Menteri BUMN
Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia
Ignasius Jonan, Direktur Utama PT KAI
Ifdhal Kasim, Ketua Komnas HAM Indonesia
Syarief Hasan, Menteri Koperasi dan UKM
E.E. Mangindaan, Menteri Perhubungan
Malam 29 Desember 2012, seorang nenek menangis karena tidak tahu lagi bagaimana nasib kuliah anaknya ke depan disebabkan pekerjaannya harus selesai di malam tersebut. Malam tanggal 29 Desember 2012, puluhan orang terancam kembali masuk ke dunia kriminal setelah sebelumnya mereka bekerja sebagai pedagang. Di malam 29 Desember itu juga, ratusan manusia panik karena mulai besoknya mereka tidak lagi bekerja sebagaimana hari-hari biasanya. Semua ini terjadi karena penggusuran sepihak yang dilakukan oleh PT KAI.

PT KAI menggusur kios-kios pedagang di sekitar peron dengan dalih kenyamanan penumpang. Penggusuran tersebut, sayangnya, dilakukan secara sepihak tanpa negosiasi terlebih dahulu dengan para pedagang. Banyak diantara para pedagang mengaku dan menunjukkan kontrak yang masih berjalan dengan PT KAI sampai tahun 2013, akan tetapi PT KAI sama sekali tidak mau tahu akan hal itu dan bersikukuh menggusur semua kios saat itu juga, padahal prosedur yang harus ditempuh oleh PT KAI dalam kontrak mereka dengan pedagang adalah musyawarah mufakat harus menjadi langkah awal di setiap penggusuran. Selain itu, para pedagang pun diberi waktu yang sangat singkat untuk mempersiapkan penggusuran dan mencari sendiri tempat baru mereka, yaitu sekitar satu bulan bahkan ada yang hanya diberi waktu 15 hari! Tidak cukup dengan tindakan sepihak yang semena-mena, PT KAI juga mengerahkan tentara dan aparat bersenjata dalam penggusuran tersebut yang seharusnya dikerahkan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman perang. Pengerahan aparat ini menimbulkan korban luka-luka di beberapa stasiun seperti di Stasiun Lenteng Agung.

Dampak dari penggusuran ini, dalam satu stasiun saja, menyebabkan ratusan pedagang terancam nasib hidupnya karena penggusuran sepihak PT KAI sama sekali tidak mau bernegosiasi mengenai hak pedagang yang ada dalam kontrak, tidak mau memberikan relokasi untuk tempat berdagang mereka atau tidak mau ganti rugi sedikitpun atas hak-hak pedagang yang tercederai. Padahal para pedagang, mahasiswa dan advokat yang mendampingi mereka bersedia untuk digusur asalkan ada relokasi dan ganti rugi yang jelas atas hak-hak mereka. PT KAI melakukan penggusuran ini kepada puluhan bahkan ratusan stasiun yang dengan pola penggusuran yang sama. Dan ini semua berada di bawah komando pimpinan Direktur Utamanya, yaitu Ignasius Jonan.

Pihak mahasiswa, LBH Jakarta dan Komnas HAM sudah beberapa kali mendesak Ignasius Jonan untuk berdialog menegosiasikan hak-hak pedagang yang tercederai tersebut. Akan tetapi Ignasius Jonan selalu menolak. Dari sini jelas sekali terlihat Dirut PT KAI tidak memiliki niat sama sekali untuk memperhatikan hak ribuan manusia yang berkontrak dengannya dan sekarang nasib ribuan manusia tersebut dihantui ketakutan yang amat besar, sebagian dari mereka terancam masuk ke dunia kriminal kembali, pendidikan anak-anak mereka terancam terhambat karena masalah biaya, dan satu-satunya mata pencaharian tempat mereka bisa bertahan hidup, hilang. Semua ini terjadi karena Ignasius Jonan bertindak seenaknya, mengabaikan hak orang-orang tersebut yang seharusnya bisa dinegosiasikan.

Untuk itu, mari desak Ignasius Jonan menghormati hak-hak masyarakat di sana. Cukup sudah nasib ratusan manusia menjadi tidak jelas, cukup sudah angka kriminalitas bertambah, cukup sudah nasib para pelajar terancam, dan cukup sudah potensi pengangguran ini meningkat. Mari desak pemerintah dan PT KAI untuk menghentikan pola penggusuran seperti ini dan segera merelokasi para pedagang yang digusur tersebut ke tempat baru sehingga mereka dapat bekerja sebagaimana biasanya.

Petisi ini disampaikan untuk menuntut 4 hal kepada pemerintah dan PT KAI:

1. Hentikan penggusuran yang dilakukan tanpa negosiasi dan mengabaikan hak-hak pedagang seperti yang selama ini dilakukan oleh PT KAI di bawah pimpinan Ignasius Jonan.

2. Desak Dirut PT KAI, Ignasius Jonan, agar memenuhi panggilan Komnas HAM untuk berdialog dengan pedagang, mahasiswa dan LBH.

3. Ganti kerugian para pedagang yang tercederai hak-haknya.

4. Hentikan penggusuran menggunakan aparat keamanan seperti TNI dan Polisi bersenjata.

Gerakan ini bisa terus berkembang baik dari metode maupun dari tujuannya jika yang Bapak tidak memenuhi tuntutan ini. Kami mendesak agar petisi ini ditindaklanjuti dengan serius dan tuntutan yang ada di dalamnya dipenuhi demi keadilan.
Sincerely,
[Your name]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesal

Maaf, saat itu ku tak ada disekitarmu. Maaf, saat kau butuh aku tak didekatmu. Maaf, saat ajalmu menjemput aku tak bisa berbuat. Hanya maaf dan penyesalan yang tersisa. Andai aku menjagamu dulu. Terlambat. Aku terlambat menyadarinya. Kau tak lagi didunia. Aku tak bisa membohongi diri bahwa aku ingin menangisi pusaramu, Membanjiri batu nisan diatas tanah yang kini menyelimutimu. Menjadi tempat peristirahatanmu. Andai aku bisa mengerti bagaimana memisahkan ego dengan kemauan. Aku bodoh. Padahal semua sayang yang kau beri tak sebanding dengan apa yang kuperbuat untuk membalasnya. Maaf. Hanya doa yang bisa kuhadiahi. Aku tau kau tak lagi mengharapkan apapun lagi. Karena Tuhan kini telah memelukmu, dan kau bisa meminta langsung padanya. Aku menyesal. Bahagia disana, tunggu aku disurga sang pencipta :'-)

(: For ya , December , 22nd. i'll never forget you :)

rasanya baru kemarin, kita tertawa dan bercanda. bahkan sering kau meledek aku, dengan leluconmu yang khas. rasanya baru kemarin , aku mendengar berita akan dirimu. Tuhan menghadiahkan mu bencana. Tapi kamu tetap tegar. rasanya baru kemarin, aku melihatmu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. meminta untuk berdoa bersama pada sang Khalik. senyuman yang ikhlas, yang langka. rasanya baru kemarin. mendengar harapan kamu yang terakhir, meminta ku menjadi dokter. kau bilang biar dapat menyembuhkan sakitmu sendiri. ya, kamu bilang begitu. rasanya baru kemarin, aku mengantarmu ketempat terakhirmu. melihat mereka menggali tanah kuburmu. melihat kita semua menghamburkan bunga wangi diatasmu. saat kamu pergi meninggalkan kita semua dengan manis, senyuman ikhlas yang kamu tinggalkan. aku tak bisa maminta apapun lagi. aku rasa kamulah yg kini begitu dekat dengan-Nya. kamu bisa saja menengadahkan tanganmu dan mengucapkan permohonanmu,. ...

GORESAN KECIL

Hey, masih ingat kapan kamu menginjakkan kakimu dibumi ini ? Beberapa puluh tahun yang lalu ? Tentu saja, saat itu adalah masa dimana ayah dan ibumu membimbingmu mengenalkan dunia ini padamu. Dunia yang Tuhan ciptakan dengan amat sangat indah. Boleh tanya lagi, masih ingat saat usiamu memasukki sekolah taman kanak-kanak ? Apa cita-citamu saat itu ? Dokter? Guru? Atau bahkan presiden ? Dan saat itu kamu perjuangkan mati-matian untuk mengejar dan meraih impianmu itu. Belajar, membaca, bertanya, dan juga membandingkan hal satu dengan lainnya Dan saat itu pikiran kita masih belum terbagi oleh hal-hal yang memang tak seharusnya, yang bukan untuk tujuan hidup kita. Lalu saat ini bagaimana ? Masih inginkah kamu meraih cita-citamu yang dulu ? Saat ini kita hanya ingin jadi orang sukses. Entah apa yang dikerjakan yang penting dapat uang. Berbeda dengan cita-cita yang dulu ya.. Saat ditanya masih ingatkah dengan cita-citamu dulu ? kau hanya menjawab "Al...