Langsung ke konten utama

renungan (:

Ini sebenarnya bukan masalah atau kebingungan yang harus diperpanjang.
bukan juga berkah atau keberuntungan yang harus dibanggakan.
harusnya kita bisa  senang menjadi diri ini,,
yang kelihatannya tak ada sedikit pun amarah yang meledakkan emosi sehingga terlihatlah dua tanduk merah disepanjang kepala..

Well,, terlihatkah aku begitu ceria dengan senyum yang sebenanrnya tak ada arti apapun ?
bukan aku menutupi sebongkah kisah yang memang tak seharusnya terpublish..
hanya saja terlalu rumit, ya, rumit untuk diuraikan kedalam kata kata..
aku hanya lebih beruntung dibanding mereka yang tak bisa mengatasi bebannya ,
tapi mereka lebih memilih untuk menutupi masalahnya dengan tawa yang keras dan melengking,,
atau melarikan diri ke dunia yang penuh kesibukan..
apakah bebanmu akan hilang ?
Tidak !

Teman,
yang biasa selalu hadir tanpa perlu ada absensi di setiap harinya..
merekalah fasilitas yang baik untuk mengakses suatu jalan keluar dari apapun masalahmu,,
mungkin merekalah yang secara tak langsung membawamu ke tempat dimana ada titik cerah..
celoteh yang secara tak langsung perlahan akan kita sdari bahwa kita butuh mereka,,
Sadarilah,, atasilah,, mereka untuk apa ?
pikirkan sendiri !


jangan pernah menutupi suatu beban dengan melarikan diri kedalam hal yang membuat dirimu sibuk,
atau menyembunyikan tangis pada senyuman..
itu hanya ampuh untuk sesaat saja :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesal

Maaf, saat itu ku tak ada disekitarmu. Maaf, saat kau butuh aku tak didekatmu. Maaf, saat ajalmu menjemput aku tak bisa berbuat. Hanya maaf dan penyesalan yang tersisa. Andai aku menjagamu dulu. Terlambat. Aku terlambat menyadarinya. Kau tak lagi didunia. Aku tak bisa membohongi diri bahwa aku ingin menangisi pusaramu, Membanjiri batu nisan diatas tanah yang kini menyelimutimu. Menjadi tempat peristirahatanmu. Andai aku bisa mengerti bagaimana memisahkan ego dengan kemauan. Aku bodoh. Padahal semua sayang yang kau beri tak sebanding dengan apa yang kuperbuat untuk membalasnya. Maaf. Hanya doa yang bisa kuhadiahi. Aku tau kau tak lagi mengharapkan apapun lagi. Karena Tuhan kini telah memelukmu, dan kau bisa meminta langsung padanya. Aku menyesal. Bahagia disana, tunggu aku disurga sang pencipta :'-)

(: For ya , December , 22nd. i'll never forget you :)

rasanya baru kemarin, kita tertawa dan bercanda. bahkan sering kau meledek aku, dengan leluconmu yang khas. rasanya baru kemarin , aku mendengar berita akan dirimu. Tuhan menghadiahkan mu bencana. Tapi kamu tetap tegar. rasanya baru kemarin, aku melihatmu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. meminta untuk berdoa bersama pada sang Khalik. senyuman yang ikhlas, yang langka. rasanya baru kemarin. mendengar harapan kamu yang terakhir, meminta ku menjadi dokter. kau bilang biar dapat menyembuhkan sakitmu sendiri. ya, kamu bilang begitu. rasanya baru kemarin, aku mengantarmu ketempat terakhirmu. melihat mereka menggali tanah kuburmu. melihat kita semua menghamburkan bunga wangi diatasmu. saat kamu pergi meninggalkan kita semua dengan manis, senyuman ikhlas yang kamu tinggalkan. aku tak bisa maminta apapun lagi. aku rasa kamulah yg kini begitu dekat dengan-Nya. kamu bisa saja menengadahkan tanganmu dan mengucapkan permohonanmu,. ...

GORESAN KECIL

Hey, masih ingat kapan kamu menginjakkan kakimu dibumi ini ? Beberapa puluh tahun yang lalu ? Tentu saja, saat itu adalah masa dimana ayah dan ibumu membimbingmu mengenalkan dunia ini padamu. Dunia yang Tuhan ciptakan dengan amat sangat indah. Boleh tanya lagi, masih ingat saat usiamu memasukki sekolah taman kanak-kanak ? Apa cita-citamu saat itu ? Dokter? Guru? Atau bahkan presiden ? Dan saat itu kamu perjuangkan mati-matian untuk mengejar dan meraih impianmu itu. Belajar, membaca, bertanya, dan juga membandingkan hal satu dengan lainnya Dan saat itu pikiran kita masih belum terbagi oleh hal-hal yang memang tak seharusnya, yang bukan untuk tujuan hidup kita. Lalu saat ini bagaimana ? Masih inginkah kamu meraih cita-citamu yang dulu ? Saat ini kita hanya ingin jadi orang sukses. Entah apa yang dikerjakan yang penting dapat uang. Berbeda dengan cita-cita yang dulu ya.. Saat ditanya masih ingatkah dengan cita-citamu dulu ? kau hanya menjawab "Al...