Aku, bersama dengan rasa bingung bercampur heran dengan semua yang terjadi. Satu jam yang lalu aku dan Tama nenyaksikan video yang terekam dalam handycamp berdurasi tiga puluh menit yang kemarin terletak di selipan saputangan disudut meja itu.
Dalam video itu, terekam sosok Ochi yang sedang mempersiapkan dirinya untuk merekam sesuatu.
Dengan busana yang sama saat kematiannya kemarin terekam dia membawa kue ulang tahun dengan berbagai lilin dan hiasan lucu di sekitarnya. Duduklah ia pada suatu kursi dengan dekorasi yang sangat cantik di belakangnya.
"Hai Tama, makasih banget ya kamu udah kasih aku hadiah ini. Mungkin saat kamu terima kado ini aku udah gak lagi disini, aku mau lanjutin study ke luar negeri dan mungkin aku akan sibuk seminggu ini. Aku minta maaf banget karena sebelumnya aku udah jahat banget sama kamu. Dan sekarang saatnya aku yang akan memberikan kamu hadiah kejutan yang spesial buat kamu..." Dengan senyumman manis yang terekam di layar handycamp terlihat dia menyalakan lilin dan menyanyikan lagu Happy Birthday yang tak asing ditelinga orang. Lima lilin ditiupnya dari bibirnya yang mungil.
"Selamat hari ulang tahun pacaran kita yang ke lima ya sayang. Saatnya potong kue, eh tapi pisaunya lupa. Sebentar yaa" katanya pada kamera. Dia bergegas menuju dapur untuk mengambil pisaunya. Selang beberapa menit terdengar suara benda jatuh dan 'Aaa...' suara Ochi menggema di seluruh ruangan apartemennya. Dua orang terlihat tengah membungkam dan dan satu orang lagi membekap Ochi dari sudut kamera yang sepertinya mereka tak melihatnya. Ochi tak bisa berkutik, tiga lawan satu. Entah apa yang telah mereka perbuat tersamar dan tak terlihat lagi dari kamera yang masih dalam keadaan menyala. Pisau yang ada di genggamannya kini pindah ke oranng yang ada di hadapannya. Dengan rapih ia melilitkan tissue ke gagang pisau dan mengoreskannya ke nadi Ochi. Darah terus mengalir dan perlahan tubuh Ochi melemah, nafasnya perlahan terhenti. Sekitarnya sudah tiada lagi manusia-manusia bejat yang tadi menghadangnya.Semua ikatan yang terlilit ditubuhnya dilepaskan sengaja, begitu rapi.Perlahan Ochi bergerak menuju kursi dimana tempat semula ia merekam dirinya. Sekuat tenaga ia melemparkan sabuah benda tepat mengenai kepalanya, kemudian masuk ke saku bajunya. Ya, tamagotchi hijau. Kata terakhir yang terekam dalam video itu adalah,,,
"Dika, kamu jahat, kamu tega bunuh aku. Lihat aku pasti akan bertahan untuk Tama, bukan untuk kamu ! Lihat saja suatu saat, entah aku atau pun Tama yang akan membalas kamu !"
Tanpa menoleh lagi, entah orang yang dimaksud sadar atau tidak, perlahan Ochi menutup mata dan menghembuskan nafas terakhirnya bersama darah yang mengucur deras dan perlahan telah terkuras habis.
Komentar
Posting Komentar